RSS

Selasa, 20 Oktober 2015

Harapan di umur 21

Tepat hari ini 20 Oktober 2015 umurku menginjak 21 tahun, beribu harapan telah tercurah padanya, dan tak henti pula rasa syukur atas nafas dan segala karunia yang Allah berikan kepadaku hingga detik ini. Tak henti aku selalu berdo'a agar aku senantiasa diberi kemudahan dalam menjalankan setiap langkah yang ku ambil dalam hidup ini,Tawakal dan Istiqamah dalam menjalankan amanahNya, selalu berusaha memperbaiki diri dan hijrah menjadi perempuan yang lebih baik lagi, karena aku hanya ingin mencari ridhoNya..
Ya Rabb, Terima kasih atas semua yang aku miliki sekarang, kedua orang tua yang sangat mencintaiku, keluarga yang selalu mendukung, dan sahabat-sahabat yang menerimaku apa adanya diriku, walau terkadang aku mengeluh dengan masalah yang ada tapi itu tak mengurangi rasa syukurmu pada-Mu.. Harapanku di usia 21 ini adalah bisa membawa gelar sarjana dan mengguratkan senyum bahagia dan bangga di wajah kedua orang tuaku, bertambah umur berharap bertambah pula ilmu agama yang akan membawaku menjadi muslimah yang sesungguhnya, bisa menghasilkan uang sendiri sehingga tak perlu lagi merepotkan orang tua, dan menemukan seseorang pria yang sholeh untuk menemani dan mendampingi hidupku kelak, dengan pondasi yang kuat, sebenarnya banyak harapan yang aku panjatkan namun tak akan selesai jika harus ku tulis semua.. yang terakhir namun tak kalah penting, terima kasih untuk orang yang selalu membuatku tersenyum bahagia, walau terkadang aku menyebalkan dan egois.. Semoga semua harapan-harapanku ini dapat terwujud, amin... yogyakarta, Luqyana Khalda

Rabu, 04 Maret 2015

Terkadang Kita Lupa


Sepotong kenangan akan hujan


Hari itu malam minggu pertama atau kedua (lupa,hehe) kita pergi bersama setelah libur semester yang lumayan lama, kamu mengajakku ke suatu tempat, niatnya sih menggajakku ke taman tapi ternyata setelah kita datangi itu sebuah lapangan bola dan tempat bermain anak-anak, kamu sempat terdiam beberapa saat dari ekspresimu aku dapat membaca bahwa kamu sedang bingung dan tak habis fikir karena menurut informasi yang kamu dapat dari temanmu itu seharusnya tempat itu adalah taman, jika ingat mukamu waktu itu aku hanya ingin tertawa, dan berulangkali aku katakan bahwa aku tidak apa-apa, dan ttap menikmatinya tapi km tetap tak enak padaku..
Dan sialnya kita harus terjebak hujan yang lumayan deras dan lama, serta tak ada tempat untuk berlindug karena yang ada disana hanyalah pohon-pohon besar, km tau hal apa yang membuat ku berkesan dan tak dapat aku lupakan adalah ketika km memayungiku dengan jaketmu, dan memelukku dari belakang walaupun bajumu harus basah tapi km tetap membiarkan itu, dan kamu tau perasaan apa yang ku rasakan, perasaan hangat, senang dan nyaman ketika berada di sisimu, aku ingin selalu ada dalam kenyaman itu, sejak saat itu ada perasaan yang mulai bertumbuh di hatiku dan semakin subur dari hari kehari dan telah banyak hal-hal yang kita lakukan bersama setelah itu yang membuat aku tak mudah melepaskanmu, selalu saja ada hal darimu yang bisa membuatku bahagia ketika di dekatmu, walau kadang aku membuatmu sebal dan jengkel tapi ketahuilah aku hanya ingin kau tau dan mengerti bahwa aku menyayangimu...
For You 'RF'...

Jumat, 12 Desember 2014

Haruskah


Sekarang aku benar-benar tau dan yakin bahwa tuhan memberikan apa yang aku butuhkan daripada apa yang aku inginkan, semalam aku berdoa pada-nya aku hanya ingin hari ini kau menghubungiku, namun tuhan memberiku lebih tanpa diduga-duga dan tanpa disangka, ya..aku bertemu denganmu tanpa direncana, semuanya kebetulan yang sudah direncanakan oleh-Nya, walau tanpa kata yang terucap dan tanpa percakapan yang panjang..
Namun pertemuan itu tak juga membuat perasaanku membaik namun justru semakin kacau, bila sudah begini aku harus bagaimana?, haruskan aku bersyukur atau lebih baik ku tak bertemu denganmu, aku hanya ingin memastikan bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa perasaan ini tak hanya aku yg merasakan, haruskah aku terjatuh lagi..
Tuhan..aku tau bahwa jatuh itu sakit, dan aku tau bahwa ketika jatuh cinta aku harus siap untuk terjatuh tapi kenapa harus sesakit ini, apa semua cinta harus seperti ini, haruskan cinta ini kembali kandas tanpa kesempatan lagi, dan mana yang harus aku percaya, hatiku atau logika ku, tetap bertahan atau pergi... :'(

Rabu, 05 November 2014

Kembali ke awal

Ya aku hanya kembali ke awal, memulai semuanya dari nol aku hanya harus terbiasa tanpamu, tanpa bayangmu dan tanpa kehadiranmu, toh sebelum mengenalmu aku sudah terbiasa melakukan samuanya sendiri jadi, kenapa aku harus sedih ketika kamu cuek, perlahan pergi menjauh dan hilang dari kehidupanku.. sekarang yang aku bisa lakukan adalah memberinya ruang dan waktu akankah perasaan ini terkikis atau semakin membesar dan mencoba membuka hati kembali untuk orang lain, ya membuka hati -> mencintai -> melepasnya pergi.. entah hingga kapan akan terus begitu, padahal yg aku inginkan hanyalah ketulusan, aku lelah.. aku tahu ini bukan akhir dari segalanya tapi aku ingin mengakhirinya karena aku cape jika harus menunggu lagi, menunggu sesuatu yang tak pasti, tahukah kamu menunggu yg tak pasti itu ibarat racun yg berada dalam tubuhmu jika tak segera di tangani dan dikeluarkan maka ia dapat membunuhmu secara perlahan... aku hanya bisa berdoa dan berharap karena aku milik-Nya dan kamu milik-Nya juga, jika suatu saat kita di persatukan kembali, berarti tuhan mengijinkan kita untuk bersama.. Tetapi, jika tidak berarti tuhan sedang menyiapkan seseorang yang lebih baik untuk kita berdua.. Namun, yang pasti untuk saat ini yang perlu kamu tahu dan percaya bahwa hatiku masih tetap milikmu.. <3

Kamis, 13 Juni 2013

Di balik Kata "Mencintai tak Butuh Alasan"

Sebenarnya segala sesuatu di dunia ini memiliki alasan, begitupun mencintai seseorang, jika memang tak ada tak mungkin kita memilih, itu juga merupakan alasan...
mungkin yang di maksud adalah, terlalu banyaknya alasan untuk mencintai seseorang yang tak bisa di di deskripsikan, jadi orang lebih memilih untuk menyebutnya "cinta itu tak butuh alasan"....

Sabtu, 08 Juni 2013

Kenangan Kita

Hujan yang turun membasahi bumi hari ini
Mengingatkanku akan hari-hari yang telah kita lewati,,
Ingatkah kamu saat kau memberikan jas hujan untuk melindungiku
dan membiarkanmu kehujanan,,
Ingatkah saat kita pergi naik bukit dan kita terjebak hujan kau memberiku jaket agar aku tak kedinginan,,,
Ketika kita pergi ke pantai, taman bermain dan museum...
Dan terakhir kau mengajakku ke kebun binatang, dan aku marah" sama kamu,
Namun,kamu tetap sabar menghadapiku...
Aku hanya ingin kau tahu sebenarnya aku engga marah,
hanya saja aku ingin lebih lama menghabiskan waktu denganmu..
Karena,lamanya kita tak menghabiskan waktu bersama
Tapi kini kau tinggalkan aku begitu saja...
meninggalkan ku sendiri bersama kenangan-kenangan kita,,,
tak tahukah kamu betapa tersiksanya aku...
saat kau bersikap dingin padaku...
aku hanya ingin terus bersamamu...